29.8.06

SMS Selebriti

"Masyarakat yang merasa ‘tertipu’ disebabkan oleh kesalahpahaman persepsi/pengertian atas iklan di TV yang sepertinya menjanjikan hubungan interaktif antara penggemar dengan artis/selebritis yang disukai/dipilih. Pada kenyataannya layanan SMS yang ditawarkan sesungguhnya hanya berupa layanan SMS satu arah, bukan interaktif langsung dengan si artis yang dimaksud. Penggemar yang mendaftar untuk layanan SMS Selebriti tersebut akan menerima tiap satu atau dua hari sekali berita dari selebriti pilihannya dan setiap pesan yang diterima dikenakan biaya antara Rp. 1000 - 1300 per SMS. Penggemar memang dapat mengirimkan SMS kepada selebriti melalui nomor akses 9090 namun tidak akan diterima oleh selebriti langsung tetapi ditampung pada website Fanmail yang disediakan oleh PT Code Jawa untuk ± 180 selebriti."

Cuplikan dari BRTI tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa selama ini layanan premium call maupun sms premium terkesan ada unsur penipuan. Ini mungkin berita lama yang mungkin agak basi, tp sampai dengan hari ini masih ada sebagian masyarakat yang merasa dirugikan dengan adanya sms-sms serupa.

Yang pernah saya alami adalah berhubungan dengan layanan sms selebriti. Sebenarnya bukan saya sih, melainkan teman saya. Namun teman saya itu tidak tau harus bagaimana dan kemana menyelesaikan masalahnya. Waktu itu tidak ada cara menghentikan sms2 yang masuk. Saya coba membantunya dengan menghubungi CS operator yang dia pakai. Jawaban CS amat tidak memuaskan, saya hanya diberi nomer pstn supaya menghubungi penyedia layanan sms selebriti yaitu PT COde Jawa. Tentu saja saya geram karena untuk menghubungi nomer itu kena biaya yang mahal, posisi saya berada di luar kota. Waktu itu teman saya tidak mau bertele2, akhirnya dia ganti nomer aja.

Penyedia layanan info semacam itu memang menjengkelkan. Mereka memanfaatkan kelengahan dari pengguna HP dengan iming2 fasilitas/hadiah/bonus, sehingga tertarik untuk mencoba reply. Padahal sekali reply sudah dianggap berlangganan. Yang lebih parah, mereka tidak menjelaskan aturan main yg detil spt biaya, jumlah info per hari, cara unsubscribe, dll. Mestinya proses register tidak semudah itu, harus ada serangkaian konfirmasi, setuju or not. Waktu itu memang belum ada solusi yang diberikan oleh penyedia layanan, mungkin belum banyak pengaduan. Kalo konsumen yang awam itu berasal dari kalangan menengah ke bawah tentu aja amat dirugikan, karena harus sering isi ulang pulsanya.

Semoga BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) benar2 telah menindaklanjuti jika penyedia layanan itu tetap nakal. Seperti halnya yang dilakukan terhadap PT Code Jawa untuk mengganti format/bentuk iklan layanan SMS Selebriti versi televisi sehingga lebih menegaskan bahwa konsumen hanya akan mendapat informasi berupa agenda kegiatan selebriti, pesan/opini pribadi dan komunikasi hanya bersifat satu arah dan juga harus mencantumkan/menginformasikan nomor telepon Customer Service mereka sebagai pusat layanan keluhan/pengaduan/gangguan sejak awal pelanggan mengajukan permintaan berlangganan layanan SMS Selebriti tersebut.

BRTI juga meminta agar para operator selektif dalam memilih content provider agar hanya content yang bermanfaat serta mengandung unsur pendidikan yang dapat diajak kerjasama, apakah itu untuk SMS maupun Premium Call. BRTI tidak akan segan-segan untuk mengeluarkan peringatan terhadap content provider yang nakal serta operator itu sendiri jika ada pengaduan masyarakat yang merasa dirugikan termasuk unsur esek-esek pada premium call.
***
Bila ada di antara anda, teman dan sodara anda yang sedang bingung dan ingin berhenti dari layanan sms selebriti bisa dengan kirim sms dengan ketik salah satu di bawah ini:

untuk salah satu selebriti: unreg (spasi) nama selebriti
untuk semua selebriti: unreg
kemudian kirim ke 9090

3 comments:

Anonymous said...

masku juga pernah coba2,agak beruntung karena ada info tarif dan cara berhenti langganan. Tapi bikin sebel juga karena tiap hari dapat sms dan pulsanya berkurang terus, dan ketika pulsanya enggak ada, ehhh juga enggak dapat sms, pinter juga ya. Akhirnya dia berhenti langganan aja. Ahhh.... kebanykan rakyat Indonesia emang masih mudah dikibuli dan sering terbuai mimpi tak pasti dengan iming2 dapat hadiah gede....(termasuk judikah?)

Elen said...

jaman sekarang bedanya tipis bgt antara judi ato bukan. ya tergantung masing2 orang, bisa memanfaatkan ato memubazirkan fasilitas :)

Anonymous said...

alhamdulillah, sudah ada fatwa HARAM dari MUI.

sayangnya masih banyak yg teriming2i dg gaya hidup hedonis, dengan mengeluarkan uang kecil hanya untuk mengirim biaya sms Rp 2000 mengharapkan hadiah undian yg besarnya jutaan rupiah.

temanku sampai saat ini belum bisa keluar dari jeratan 9400. setiap minggunya dia nerima sms 3 kali alias pulsanya di potong Rp 6000!!.

sudah coba ketik reg off
atau unreg malah kepotong tiap sms Rp 2000 tapi ga berhenti juga. Luucunya lagi dia malah mengirim sms ke nomor 9400 berupa makian malah di potong Rp 2000 per sms.

Sayang banget udah kusuruh ke GRAPARI gak pergi2 juga tuh anak. padahal kalo menguhunbuing 116 kan selalou gagal. sayangnya (lagi) udah 3 bulan baru (sampai komentar ini ditulis masih belum bisa juga.